kebun mangga

CIREBON, KOMPAS.com – Luasan lahan pohon mangga yang dibudidayakan untuk bisa panen di luar musim atau off season di Kabupaten Cirebon terus bertambah. Saat ini, lahannya sudah mencapai lima persen dari total lahan kebun mangga di Cirebon yang sekitar 9.000 hektar.

Menurut Herman Hidayat, Kepala Seksi Buah-buahan Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon, luas kebun mangga yang sudah dibudidayakan panen di luar musim saat ini berkisar 400-500 ha, atau lima persen dari total luas kebung mangga di Cirebon.

Peningkatan luasan lahan itu dipicu keuntungan panen di luar musim yang lebih besar dari panen biasanya. Sebab, harga jual buah mangga off season dua kali lipat dari harga saat panen raya. Contohnya, saat panen raya, harga mangga gedong gincu yang matang pohon Rp 12.500-Rp 15.000 per kilogram, sedangkan harga saat panen di luar musim mencapai Rp 25.000 per kg.

“Petani sekarang sudah pandai. Mereka tahu keuntungan panen off season lebih besar, sehingga bertahap luas kebun off season meningkat,” ujar Herman, Kamis (28/5). Jenis mangga yang dibudidayakan pada lahan-lahan yang sudah bisa panen luar musim adalah gedong gincu, cengkir, dan arum manis.

Beberapa wilayah sentra mangga di Cirebon yang telah menerapkan pembudidayaan panen luar musim adalah di Kecamatan Sedong, Greged, Astanajapura, dan Beber. Lahan terluas yang t

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: