jantung

Februari 21, 2010

Mengatasi Sakit Jantung dan Serangan Jantung

Januari 7, 2010 oleh iluvra

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Setiap tahun, jutaan orang di seluas dunia mengalami serangan jantung. Tidak semua serangan jantung mengakibatkan kematian. Namun, umumnya setiap pasien yang pernah mengalami serangan jantung menderita beberapa dampak lanjutannya. Sedangkan sisanya tidak tertolong lagi.

Jantung

Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

Penyakit Jantung

Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.

Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.

Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Gejala Sakit Jantung

Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.

Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stres akibat pekerjaan.

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.

Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Tips Mencegah Penyakit Jantung

Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Pola makan sehat

Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang.

Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng.

Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohirat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.

Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.

  • Berhenti merokok

Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.

  • Hindari Stres

Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.

  • Hipertensi

Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.

  • Obesitas

Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

  • Olahraga secara teratur

Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.

  • Konsumsi antioksidan

Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.

  • Keturunan

Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika Anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat menunjang jantung sehat.

Mengatasi Penyakit Jantung

Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.

Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.

Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya.

paru-paru

Februari 21, 2010

Actinomycosis Paru

img
Ilustrasi: repro

Deskripsi
Actinomycosis Paru adalah bakteri langka yang menginfeksi paru-paru. Actinomycosis paru disebabkan oleh salah satu dari dua jenis bakteri – Actinomyces atau propioni. Bakteri ini biasanya ditemukan di dalam mulut dan saluran pencernaan, di mana mereka biasanya tidak menyebabkan kerusakan. Namun, kesehatan gigi yang kurang dan abses gigi dapat meningkatkan risiko untuk wajah, rahang, dan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri ini.

Penyalahgunaan alkohol, memiliki bekas luka di paru-paru (bronkiektasis), dan emphysema berhubungan dengan actinomycosis. Actinomycosis di paru-paru menyebabkan rongga paru-paru, noda di paru-paru, dan efusi pleura. Penyakit ini jarang terjadi pada setiap usia, tetapi kebanyakan pasien berusia 30-60 tahun. Pria mendapatkan infeksi ini lebih sering daripada perempuan lakukan.

mata

Februari 21, 2010

Jaga Pandangan

Posted on April 15, 2008 by Albaz

Saya pernah membaca di suatu artikel, untuk menjaga kesehatan mata kita, kita dianjurkan untuk banyak-banyak memandang yang jauh-jauh, bahkan kalau perlu tanpa fokus pada sesuatu. Seperti memandang gunung, pepohonan, awan, pemandangan, lautan, dll. Katanya supaya mata kita bisa beristirahat setelah di keseharian kita jarak pandang kita seringkali pendek sekali sehingga mata kita terus berakomodasi misalnya membaca, nulis, maen komputer, dll. Bahkan, di jaman sekarang ini yang makin lama jarak pandang Kita makin dibatasi oleh bangunan-bangunan tinggi, baligo dan papan-papan reklame raksasa, dll spertinya musti pintar-pintar mencari jarak pandang yang sejauh-jauhnya untuk mengistirahatkan mata kita. CMIIW. Ada yang punya penjelasan lebih detil dan ilmiahnya?

Saya sendiri belakangan sering mencobanya sambil berjalan menuju kampus. Melihat yang jauh-jauh ternyata memang membuat mata lebih terbuka, rileks, dan fresh, coba aja sendiri kalo ga percaya. Selain bisa menyehatkan mata, insya Allah lebih bisa “menjaga pandangan” dari hal-hal yang bisa mengguncang iman, menggoyang nurani.

gigi

Februari 21, 2010

m

Seminggu lalu aku ke dokter gigi. Niatnya sih cuma mau lapor-lapor dulu karena di daerah gigi M3 (molar tiga) aku yang kiri sering bengkak gusinya. Saat itu gusiku juga masih agak-agak bengkak dikit. Sampe ruangan periksa, dokter langsung rontgen area gigiku kanan kiri. Habis itu eeh ndilalah lah koq dokternya bilang langsung suruh cabut saat itu juga. Haduuuh mati aku rek! Nggak ada persiapan fisik dan emosional blas! Aku kalo suruh ‘ngobok-ngobok’ sih mau, tapi giliran di obok-obok, walaah keringet dingin dan mules deh langsung.

Dokter gigiku menyuntikkan obat anastesi di daerah pangkal syaraf kayaknya, karena suntikannya jauh dari gigi. Tunggu punya tunggu, alamaak, kenapa tiba-tiba tenggorokanku berasa bengkak banget, kaya tersumbat dan mau pingsan! Duh rupanya obat anestesi itu bekerja sampai daerah tenggorokan. Jadi kebayang orang yang alergi obat terus saluran nafasnya bengkak dan tersumbat. Bener-bener bikin gelagepan deh.

Pencabutan gigi M3 kalo ga salah termasuk operasi kecil, makanya anastesi nya agak-agak heboh begitu.

Eh rupanya biar kata udah berasa hampir pingsan gitu, si obat anastesi nggak merasuk ke sekitar gigiku yang mau dicabut. Pas diteken-teken sama dokternya masih aja gigiku kerasa sakit. Yo wis akhirnya disuntik lagi deh di sekitar gigi. Wadauuw…sakit euy!

Krek..krek..krek…haduuh si dokter nyongkel-nyongkel gigiku dengan sekuat tenaga, kaga mau lepas juga tuh gigi. Untungnya obat anastesi kali ini bener-bener berefek, aku nggak ngerasain sakit samsek. Setelah digoyang-goyang dan diputer-puter kayak orang dongkrak ban mobil…krek! Akhirnya…keambil juga tuh gigi. Alhamdulillah…

Habis itu, selama obat anastesi masih berefek, aku masih bisa jalan-jalan ke centrum. Naa beberapa jam kemudia efek obat habis, langsung deh aku minum paracetamol. Ihiks..tapi koq masih senut-senut juga ya. Hwaa…sakit deh! Sorenya aku langsung panas dingin, dan selimutan. Asli itu paracetamol nggak ngefek! Ayah pulang kerja langsung bikinin aku bubur, karena aku seharian ga bisa makan. Duuh suamiku yang baik hati bangeeet, thanks ya dear, bubur kentang plus sup instan bikinan suamiku jadi berasa lezaat banget dah.

Naa rupanya melihat aku yang tepar kesakitan, lala dan Malik ikut berduka cita. Malik peluk aku dan cium pipiku.Dan lala? Eeh tau-tau dia bikin kartu ucapan ‘Beterchap’ (cepat sembuh) buat aku. Aduuh jadi terharu deh, senut-senutku berasa berkurang, walau hanya dalam hitungan menit hiks. Gambar kartunya lucu banget, aku ngakak-ngakak bacanya. Di depan kartu itu ada tulisan ‘Beterchap’ di bawahnya ada gambar hati dengan tulisan ‘Kaartje’ (kartu). Trus dibawahnya lagi ada gambar gigi yang bilang,”Au” hehehe lucu banget deh.

Isi kartunya juga lucu banget,”Bunda sakit gigi ya, kasian, Lala” berikut ada gambar bunda yang lagi keluar air mata sambil bilang ‘au’ dan juga gigi yang punya mata dan mengeluarkan air mata sambil bilang ‘au’ juga. Makasih ya Lala sayang. Moga-moga bunda beneran cepet sembuh, karena udah seminggu ini bekas dicabut masih senut-senut juga ihiks. Sedangkan kontrol baru minggu depan. Moga-moga sih nggak ada something yang ketinggalan dicabut deh, haduuh serem ngebayangin diobok-obok lagi. Padahal lebih serem melahirkan ya, tapi tetep aja sakit gigi itu suakiit!

wayang kulit

Februari 21, 2010
247
6
1 dari 1 Kompasianer menilai Bermanfaat.

Dalang is performing Wayang Kulit

Wayang Kulit Performance & Duration

Usually, Wayang Kulit (shadow puppets) is played overnight, from evening to dawn, at the celebration such as wedding. Wayang is a Javanese word meaning shadow, kulit means leather. The wayang kulit use two-dimensional puppets chiseled by hand of buffalo or goat parchment; like paper dolls, but with arms that swivel. The dalang (puppet master) is seated in front of the white linnen screen (kelir) to play wayang. Gamelan orchestra and a few female singers accompanies the dalang.

The Dalang requires several assisants to hand him his puppets, ranged along the banana tree trunks, to the left and right of the dalang.

DALANG (The Puppet Master or The Story Teller)

Wayang Kulit Performance & Duration

The puppet master, called dalang, narrates old stories from Indian epics Ramayana and Mahabarata but they were transformed by generations of Javanese tellers. Gamelan orchestra and a few female singers accompanies the dalang. The dalang is seated in front of the white linnen screen (kelir). The dalang has to sit cross legged for eight hours on a mat to perform wayang. He requires several assisants to hand him his puppets, ranged along the banana tree trunks, to the left and right of the dalang.

Deciding the title of wayang story (Lakon)

After deciding the title of wayang story, a dalang (puppet master), a dalang to perform the show must be appointed. Dalang position is very important, as he is the leader of the performance. Sometimes dalang could be chosen first, afterwards a consultation with him could be held to choose an appropriate title. Dalang comes from the words juru udalan (juru : an expert, a skillful man – udalan abbreviated to dalan, then becomes dalang means to tell stories), so dalang is a story teller.

Dalang is an overall artist. He must have a broad knowledge of several disciplines of arts, such as :

  1. Mastering deeply the stories of wayang Ramayana as well as Mahabharata, knows the characters of wayang figures.
  2. Having a thorough knowledge of Javanese philosophy and moral ethics, as Javanese philosophy and moral ethics are inter-connected, or might be almost similar.
  3. Having an accurate information in many aspects of life in the country (or even internationally in this era of information and globalization).
  4. Having a good and clear voice, as he has to imitate about 50 (fifty) wayang figures with different voices. He has to explain every occasion, which has or should happened. And he has also to perfectly master the language ‘high’ and ‘ordinary’ used in dialogue, song and narration. He has to be a good singer, as he has to sing a lot during a performance.
  5. Having the ability of preparing the scenario, so that plot of stories should flow smoothly, in accordance with standard patterns.
  6. He has to know gamelan (Javanese musical instruments) used to accompany the show. He has also the capacity of a conductor as he should command the gamelan music; when it should begin and stop, and he should ask the gamelan crew what kind of music or song to be played.
  7. He has to lead the chorus of pesinden (women singers), usually consists of three to five singers and wira swara (male singers).
  8. He has to be skillful to move the puppets attractively.
  9. He has to know how to make good jokes, at the sametime advising the audience unnoticeably.
Raden Angka wijaya and his Ponakawan, the clown servants, as seen from the front of screen

This part of play occurred at midnight at the Goro-goro episode, which last about one hour. During that time the Ponokawan appears. At most occasion the dalang plays a role as mouthpiece of the sponsors. In a performance organized by Agency of Family Planning, he should arise the topics of Family Planning. In front of the arm forces or police forces, he should speak of leadership and discipline. Before an audience in university he should speak of knowledge, good conduct and the goals of life. In the village, he should speak about the spirit of cooperation, development and any topics, which should give optimism to the villagers. The topics might be different, but here are similarities; he should tell it jokingly, interrupted by many songs, sung by the pesinden – women singers, accompanied by gamelan music. He should insert some advises on morality, hard working and every deed must be conducted properly not hurting other’s feeling, not breaking the laws, especially the highest law such as the law of God. Generally the Goro-goro time is full of laughters and musics, which make the audience happy and entertained. Last but not least a dalang must be a healthy man or woman (nowadays, there are some women dalang), with a good physical endurance because dalang has to sit cross legged for eight hours on a mat to perform wayang.

Niyogo playing Rebab
Niyogo playing Gender

NIYOGO (gamelan orchestra musicians)

The traditional gamelan orchestra accompanies the dalang, who manipulates the puppets from behind on the same side of the screen, providing a nearly continuous music appropriate to each scene. Gamelan orchestra musicians are called Niyogo, they are seated on the floor during performance. The gamelan orchestra consists of a large array of bronze and percussion instruments which are of two different tunings, quite different in character, named slendro and pelog.

Though the dalang never looks back at them, and nearly never says a word to the players, each of them seems to know precisely what to do. There are two musicians in the group who have important functions in the unspoken communication between the dalang and the musicians, the drummer and the gender player. The ways in which the dalang communicates his intentions to the gamelan players is a whole study in itself in the area of the non-verbal communication.

Raden Angka wijaya and his Ponakawan, the clown servants, as seen from the behind of screen

The STAGE

It is needed to accommodate the performance, sometimes it is an elevated stage around 0,5 to 1 meter higher than audience’s chairs. On stage there is a white cotton screen illuminated by blencong (an oil lamp, hangs above the dalang), nowadays, a spotlight is used. From behind the scene, some audience watch the performance. They see the shadow of the puppets. Shadow in Javanese is wayang, from here the words of wayang kulit come. The mass of the audience sits in front of the screen to watch the wayang played by dalang. On the right and left side of dalang, the wayang figures were arranged stuck to a banana tree poles. And at the left and right ends of the screen, banquets of bananas and leaves tree are decorated. Behind dalang the gamelan music instruments are arranged and played by the niyogo (gamelan players).

Pesinden

PESINDEN (women singers) and WIRA SWARA (male singers).

The chorus of some pesinden (woman singers) as well as male singers are sitting there too. Next to the left side of dalang, there is a wooden box used by dalang to beat his instruments. The ‘keprak’, several pieces of small size iron plates hit by dalang by using right foot. From time to time, dalang during narration hit the wooden box with his hand by a ‘cempolo’ (wooden mallet).
During wayang peerformance, all the players: Dalang, Niyogo, Pesinden and Wira Swara using Javanese Traditional Costumes.

Gunungan

The SHOW

The gunungan (from gunung : mountain) or kekayon, a mountain like leather puppet has an important part in wayang performance. Symbolizing the power of life of the creator, gunungan is used to begin the play, change one scene to other or imagine wind, obstacles, mountain, clouds or seas. Before commencing wayang performance, a set of traditional offerings have been prepared with incense burning, a prayer to God Almighty is said in the hope the wayang performance should be conducted safely and the message should be accepted by the audience. The pattern of wayang show begins with court audience, followed by a battle between a ksatria and giants (buto) lead by Buto Cakil. The ksatria wins the battle by killing Buto Cakil, it’s symbolizing that every good efforts should end successfully after eliminating the obstacles. Then, the appearance of the famous Ponokawan, which is very comical and full of laughter, songs and music. Nowadays, some guest stars such as local famous singers and jokers might take part in the interlude made the show livelier.

Followed by some meeting and decisive battles until morning. At the end a wooden puppet (in javanese Golek) is played by dalang. The word golek means to search, in that case the audience is requested to search, the meaning of the story which has been performed the whole night. Gunungan is stuck in the middle of the screen.

reog ponorogo

Februari 21, 2010

t 4:01 am | In Indonesia, Warga Negara, bela negara | 6 Comments

INDONESIA-MALAYSIA-REOG PONOROGOOleh: Benediktus Sudjanto

Frens,,, selingan ya,,, udah keberatan mikirin spiritual niech,,
gemana kalo kita mikir yang berat-berat untuk negara ini,,, gemana
sech caranya biar kita bisa mempertahankan negara ini???? ini ada
bacaan sedikit,, yach buat nambah wawasan,,, untuk lihat lebih lengkap
silahkan klik di : http://www.dmcindonesia.web.id/

Arti dari bela negara itu sendiri adalah Warga Negara Indonesia (WNI)
yang memiliki tekad, sikap dan perilaku yang dijiwai cinta NKRI
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang rela berkorban demi
kelangsungan hidup bangsa dan negara. Adapun kriteria warga negara yg
memiliki kesadaran bela negara adalah mereka yg bersikap dan
bertindak senantiasa berorientasi pada nilai-nilai bela negara.

Nilai-nilai bela negara yang dikembangkan adalah Cinta Tanah air,
yaitu mengenal, memahami dan mencintai wilayah nasional, menjaga
tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia,
melestarikan dan mencintai lingkungan hidup, memberikan kontribusi
pada kemajuan bangsa dan negara, menjaga nama baik bangsa dan negara
serta bangga sebagai bangsa indonesia dengan cara waspada dan siap
membela tanah air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan
yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari manapun
dan siapapun.

Nilai yang kedua adalah Sadar akan berbangsa dan bernegara, yaitu
dengan membina kerukunan menjaga persatuan dan kesatuan dari
lingkungan terkecil atau keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan
pendidikan dan lingkungan kerja, mencintai budaya bangsa dan produksi
dalam negeri, mengakui, menghargai dan menghormati bendera merah
putih, lambang negara dan lagu kebangsaan indonesia raya, menjalankan
hak dan kewajiban sesuai peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan
pribadi, keluarga dan golongan.

Nilai ketiga adalah yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara,
yaitu memahami hakekat atau nilai dalam Pancasila, melaksanakan nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai
pemersatu bangsa dan negara serta yakin pada kebenaran Pancasila
sebagai ideologi negara.

Nilai keempat rela adalah berkorban untuk bangsa dan negara, yaitu
bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa
dan negara, siap mengorbankan jiwa dan raga demi membela bangsa dan
negara dari berbagai ancaman, berpastisipasi aktif dalam pembangunan
masyarakat, bangsa dan negara, gemar membantu sesama warga negara
yg mengalami kesulitan dan yakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk
bangsa dan negara tidak sia-sia.

Untuk nilai yang terakhir memiliki kemampuan awal bela negara secara
psikis dan fisik. Secara psikis, yaitu memiliki kecerdasan emosional,
spiritual serta intelegensia, senantiasa memelihara jiwa dan raganya
serta memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji.
Sedangkan secara fisik yaitu memiliki kondisi kesehatan, ketrampilan
jasmani untuk mendukung kemampuan awal bina secara psikis dengan cara
gemar berolahraga dan senantiasa menjaga kesehatan.

Beberapa contoh bela negara dalam kehidupan nyata, yakni siskamling,
menjaga kebersihan, mencegah bahaya narkoba, mencegah perkelahian
antar perorangan sampai dengan antar kelompok, meningkatkan hasil
pertanian sehingga dapat mencukupi ketersediaan pangan daerah dan
nasional, cinta produksi dalam negeri agar dapat meningkatkan hasil
eksport, melestarikan budaya Indonesia dan tampil sebagai anak bangsa
yang berprestasi baik nasional maupun internasional.

Februari 21, 2010

Nostalgia Dengan Wayang Kulit di 17 Agustus’ .MERDEKA!!!

August 16, 2009 by ajunkwees

Salah satu pertunjukan yang paling saya sukai adalah wayang kulit. Dari kecil saya sudah diperkenalkan dengan kebudayaan jawa yang mengadopsi cerita Mahabarata dan Ramayana dari hindustan ini. Memang saya tidak pernah secara langsung atau terliteratur belajar tentang wayang, namun hanya sepenggal-sepenggal yang terkumpul menjadi satu pengetahuan.

Sewaktu kecil, saya sering diajak ayah saya untuk menonton pertunjukan itu di balai desa, atau tempat mana yang “nanggap” (istilah untuk menggelar konser wayang) yang memang pada waktu saya kecil pertunjukan itu masih sering diadakan. Biasanya kalau di desa, ada acara “bersih deso” atau syukuran desa yang mengikutkan pagelaran wayang. Pada waktu kecil sih, simpel saja kenapa saya suka wayang yaitu karena ada “perang” nya. Anak laki-laki pasti akan tertarik disuguhi pertunjukan yang memperlihatkan seorang jagoan yang membabat habis musuh-musuhnya yang jahat, seperti juga ketika nonton “Satria Baja Hitam” waktu itu. Hehe. Dan pada waktu itu tokoh wayang favorit saya adalah “Bima” atau “Werkudara” yang bertubuh gagah perkasa dan sakti mandraguna.

Namun seiring waktu pengetahuan saya tentang wayang tentu saja bertambah. Dari pelajaran sekolah Bahasa Jawa misalkan. Di pelajaran itu tidak sedikit yang menyinggung Wayang dan Segala ceritanya. Bahkan kalau boleh saya katakan 80% dari pelajaran Bahasa Jawa selalu ada unsur Wayang, atau bisa dikatakan juga dalam Wayang itu berisi hampir semua kesusastraan Jawa. Pengetahuan tentang wayang juga saya dapatkan pada artikel-artikel “Lakon” surat kabar lokal, yang isinya sebenarnya menceritakan kehidupan masa kini, isu aktual tentang politik dan ekonomi, yang semuanya tertransfer kedalam penokohan dan cerita wayang.

Dari itu semua, ternyata wayang (terutama wayang kulit) adalah suatu karya gubahan yang sangat dahsyat. Betapa tidak, karena dalam setiap lakon wayang itu selalu ada konsep ketuhanan (Tauhid) dan Kehidupan (Muamalah). Tentu saja hal itu terasa tidak salah kalau tahu bahwa yang menggubah cerita Wayang Kulit dari cerita mahabarata di hindustan adalah Sunan Kalijogo. Salah seorang wali penyebar Agama Islam di Jawa. Kultur politheisme Hindu yang menyembah banyak dewa, dikonsep ulang menjadi kultur Islam yang menganut satu Tuhan dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada kultur sebelumnya. Paham akan Islam disisipkan dengan cantik namun membutuhkan interpretasi yang benar dan dalam.

Seperti pada “Jimat Kalimasada” yang merupakan penentu keselamatan dunia-akherat. Tentu saja dalam Islam percaya pada jimatpun merupakan suatu hal yang Haram, namun dibalik itu nama “ Kalimasada” merupakan berarti “ Kalimat Syahadat” yang merupakan ikrar seorang kepada Allah SWT untuk memeluk dan menjalankan Islam.

Selain itu petuah-petuah dari cerita wayang adalah buah dari penggambaran kehidupan itu sendiri. Dalam wayang digambarkan perwatakan yang lengkap, mulai dari watak paling baik sampai tokoh yang memiliki watak angkara murka. Dan watak tokoh-tokoh itu konon tergambar melalui bentuk dan gubahan wajah, serta warnanya. Benar-benar sesuatu rumusan bijak yang terukir. Dalam cerita wayang selalu menyampaikan petuah tersirat yang bertujuan untuk meningkatkan budi perkerti yang baik dan luhur, dan etika yang mengadopsi Islam dan etika Jawa. Jadi kalau seorang berkelakuan buruk atau menyimpang dari budi pekerti dan etika jawa maka orang tua akan menyebutnya “ora jowo” (tidak jawa.red).

Nahh, kemaren pas saya lagi “malem mingguan” di Lab, saya diberitahu tmen lewat chatting bahwa di salah satu stasiun TV ada wayang kulit. Ternyata pageleran kali ini diadakan di Istana Negara dan dihadiri bapak Presiden dan Para Mentri. Mungkin dalam menyambut HUT kemerdekaan, gumam saya. Jadilah saya tidak mengerjakan apa-apa di Lab dan ngendon di depan TV Lab sampe pagi. Dosen saya sampe geleng-geleng kepala’. hahaha’(ini khan malem minggu bapak’ J)

Dalam pagelaran itu juga terdapat “Sinden” yaitu penyanyi pengiring tembang-tembang jawa yang berasal dari Jepang dan US. Nahh, ternyata mereka tidak hanya bisa “nyanyi “ saja namun bahasa jawa nya juga lancar. Terlihat bahwa mereka sangat antusias untuk belajar kebudayaan dari kita. Lalu??? Apakah kita sendiri sudah melestarikan budaya nenek moyang kita sendiri?? Apakah kita lebih tertarik kepada budaya Hedonisme Barat dan lain-lain padahal hal tersebut sama sekali tidak bermanfaat dan tidak pantas kita tiru. Jadi apa kebanggan kita sebagai bangsa yang merdeka?? Apakah kita benar-benar sudah bangga dengan kebudayaan kita sendiri, dengan adat istiadat nenek moyang kita?? Jika kita tidak bisa menjaga itu saja, lantas mengapa kita mendeklarasikan diri sebagai bangsa yang merdeka?

Merdeka itu adalah simbol dari “eksistensi” , simbol dari “diakui”. Dan diakui itu akan tercapai apabila kita memegang teguh prinsip hidup kita.

Sedangkan kultur, adat-istiadat ,adalah “prinsip” yang berdasar pada nilai-nilai Agama.

Merdeka itu adalah tidak terbelenggu. Tidak terbelenggu dari rasa ketakutan akan hidup susah dan melarat, sehingga segala cara, korupsi, dilakukan untuk menjamin dari rasa takut itu.

Merdeka itu memberi, bukan menuntut. Karena hanya seorang yang kekurangan akan mau menjadi budak untuk diberi upah, dan orang yang menuntut adalah seorang yang tidak bisa mandiri’.

Merdeka itu tidak diam dan terbatas. Karena orang yang diam tanpa bisa berkarya adalah orang yang terbatas.

Juga bukan tujuan akhir, karena merdeka adalah suatu “gerbang” untuk berusaha beribadah secara mutlak

Merdeka itu adalah Soekarno, Hatta, Soedirman, Aku dan Anda semua yang masih punya HARAPAN untuk lebih baik. Harapan untuk Indonesia tercinta’

wayang orang

Februari 21, 2010

tarian
Selain tari-tari klasik, di Jawa Tengah terdapat pula tari-tari tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Kesenian tradisional tersebut tak kalah menariknya karena mempunyai keunikan-keunikan tersendiri. Beberapa contoh kesenian tradisional :

a. Tari Dolalak, di Purworejo.
Pertunjukan ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang berpakaian menyerupai pakaian prajurit Belanda atau Perancis tempo dulu dan diiringi dengan alat-alat bunyi-bunyian terdiri dari kentrung, rebana, kendang, kencer, dllnya. Menurut cerita, kesenian ini timbul pada masa berkobarnya perang Aceh di jaman Belanda yang kemudian meluas ke daerah lain.

b. Patolan (Prisenan), di Rembang.
Sejenis olahraga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang pegulat dipimpin oleh dua orang Gelandang (wasit) dari masing-masing pihak. Pertunjukan ini diadakan sebagai olah raga dan sekaligus hiburan di waktu senggang pada sore dan malam hari terutama di kala terang bulan purnama. Lokasinya berada di tempat-tempat yang berpasir di tepi pantai. Seni gulat rakyat ini berkembang di kalangan pelajar terutama di pantai antara kecamatan Pandagan, Kragan, Bulu sampai ke Tuban, Jawa Timur.

c. Blora.
Daerah ini terkenal dengan atraksi kesenian Kuda Kepang, Barongan dan Wayang Krucil(sejenis wayang kulit terbuat dari kayu).

d. Pekalongan
Di daerah Pekalongan terdapat kesenian Kuntulan dan Sintren. Kuntulan adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian dengan iringan bunyi-bunyian seperti bedug, terbang, dllnya. Sedangkan Sintren adalah sebuah tari khas yang magis animistis yang terdapat selain di Pekalongan juga di Batang dan Tegal. Kesenian ini menampilkan seorang gadis yang menari dalam keadaan tidak sadarkan diri, sebelum tarian dimulai gadis menari tersebut dengan tangan terikat dimasukkan ke dalam tempat tertutup bersama peralatan bersolek, kemudian selang beberapa lama ia telah selesai berdandan dan siap untuk menari. Atraksi ini dapat disaksikan pada waktu malam bulan purnama setelah panen.

e. Obeg dan Begalan.
Kesenian ini berkembang di Cilacap. Pemain Obeg ini terdiri dari beberapa orang wanita atau pria dengan menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu (kepang), serta diiringi dengan bunyi-bunyian tertentu. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang pawang (dukun) yang dapat membuat pemain dalam keadaan tidak sadar.
Begalan adalah salah satu acara dalam rangkaian upacara perkawinan adat Banyumas. Kesenian ini hidup di daerah Bangumas pada umumnya juga terdapat di Cilacap, Purbalingga maupun di daerah di luar Kabupaten Banyumas. Yang bersifat khas Banyumas antara lain Calung, Begalan dan Dalang Jemblung.

f. Calung dari Banyumas
Calung adalah suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi- bunyian semacam gambang yang terbuat dari bambu, lagu-lagu yang dibawakan merupakan gending Jawa khas Banyumas. Juga dapat untuk mengiringi tarian yang diperagakan oleh beberapa penari wanita. Sedangkan untuk Begalan biasanya diselenggarakan oleh keluarga yang baru pertama kalinya mengawinkan anaknya. Yang mengadakan upacara ini adalah dari pihak orang tua mempelai wanita.

g. Kuda Lumping (Jaran Kepang) dari Temanggung
Kesenian ini diperagakan secara massal, sering dipentaskan untuk menyambut tamu -tamu resmi atau biasanya diadakan pada waktu upacara

h. Lengger dari Wonosobo
Kesenian khas Wonosobo ini dimainkan oleh dua orang laki-laki yang masing-masing berperan sebagai seorang pria dan seorang wanita. Diiringi dengan bunyi-bunyian yang antara lain berupa Angklung bernada Jawa. Tarian ini mengisahkan ceritera Dewi Chandrakirana yang sedang mencari suaminya yang pergi tanpa pamit. Dalam pencariannya itu ia diganggu oleh raksasa yang digambarkan memakai topeng. Pada puncak tarian penari mencapai keadaan tidak sadar.

i. Jatilan dari Magelang
Pertunjukan ini biasanya dimainkan oleh delapan orang yang dipimpin oleh seorang pawang yang diiringi dengan bunyi-bunyian berupa bende, kenong dll. Dan pada puncaknya pemain dapat mencapai tak sadar.

j. Tarian Jlantur dari Boyolali
Sebuah tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan memakai ikat kepala gaya turki. Tariannya dilakukan dengan menaiki kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang. Tarian ini menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang, dahulu merupakan tarian penyalur semangat kepahlawanan dari keturunan prajurit Diponegoro.

k. Ketek Ogleng dari Wonogiri
Kesenian yang diangkat dari ceritera Panji, mengisahkan cinta kasih klasik pada jaman kerajaan Kediri. Ceritera ini kemudian diubah menurut selera rakyat setempat menjadi kesenian pertunjukan Ketek Ogleng yang mengisahkan percintaan antara Endang Roro Tompe dengan Ketek Ogleng. Penampilannya dititik beratkan pada suguhan tarian akrobatis gaya kera (Ketek Ogleng) yang dimainkan oleh seorang dengan berpakaian kera seperti wayang orang. Tarian akrobatis ini di antara lain dipertunjukan di atas seutas tali.

ngebedug

Februari 21, 2010

Blog ini Di-link Dari Sini

Blog ini
Di-link Dari Sini

Kesenian Ngabedug

Pengertian
Nama Kesenian Ngabedug diambil dari istilah “bedug” yang berarti alat dengan bentuknya seperti kohkol atau sejenis kentongan terbuat dari kayu dengan penampang ditutupi kulit lembu/kerbau. Bedug ini biasanya di daerah-daerah digunakan sebagai alat untuk memberitahukan datangnya waktu shalat (Subuh, Dluhur, Ashar, Magrib, Isa). Di Banten yang namanya bedug terdiri atas Bedug Kecil, Bedug Besar, dan Tong Trong, adapun di Priangan yang namanya Ngabedug atau Ngadulag terdiri atas waditra bedug dan kohkol.

Maksud dan Fungsi Kesenian
Kesenian Ngabedug dimaksudkan untuk hiburan sekaligus sosial religus. Fungsi hiburan dalam Kesenian Ngabedug dapat disaksikan pada saat pertunjukkan. Semua yang rnenyaksikan mulai dari anak-anak, remaja, dan orang tua hanyut dalam kegembiraan dan

kemeriahan. Adapun fungsi sosial religius yaitu dilaksanakannya kesenian ini hanya pada bulan Ramadlan dan menyambut Idul Fitri dan Idul Adha atau hari Lebaran.

Sejarah Perkembangan
Bedug pertama kali diciptakan oleh Sunan Gunung Jati, salah seorang walisanga. Beliau menciptakan Bedug adalah untuk syiar atau dakwah Islam. Dengan upayanya ini, Sunan Gunung Jati dapat mengislamkan tatar Sunda (Banten, Jawa Barat, DKI) dalam waktu relatif singkat pada abad ke-13, begitu juga Walisanga sukses mengislamkan Nusantara. Padahal Islam sudah datang dari abad ke-7 dengan ditemukannya makam Syaikh Mukaiddin di Barus Tapanuli (Sumatra) dan Kerajaan Kalingga dengan rajanya Ratu Shima di Jawa. Selama 500-600 tahun Islam sangat lambat sekali diterima di Indonesia.

Keberhasilan Walisanga disebabkan mereka sangat memahami kebudayaan Nusantara. Walisanga sangat adaptif dengan budaya-budaya yang hidup dan berkembang di Nusantara. Mulanya diilhami dari alat musik “dog-dog” yang dikenal saat itu sebagai media informasi untuk mengumpulkan masyarakat baik untuk kepentingan peribadatan maupun kepentingan lainnya, di sebagian besar masyarakat Nusantara. Terpikir oleh Sunan Gunung Jati, untuk menggunakan “dog-dog” di masjid dengan “dog-dog” yang lebih besar yang kemudian dinamakan Bedug.

Mulai dari saat itu masyarakat berbondong-bondong datang ke mesjid dan sangat gembira menyaksikan dog-dog yang lebih besar, Bedug. Tidak sembarang orang boleh memukul bedug, hanya orang-orang tertentu yang diberi kepercayaan oleh Kiai.

Sefak bedug diperkenalkan oleh Wabsanga, diperkirakan Kesenian Ngabedug mulai lahir. Hingga sekarang tradisi Ngabedug sudah mengakar menjadi bagian dari budaya Islam, khususnya di Banten. Di setiap Masjid di Banten pada bulan Ramadhan selalu ada pertunjukkan Ngabedug. Hal ini membuktikan bahwa penyebaran. Kesenian Ngabedug di Provinsi Banten merata ke seluruh Masjid yang ada.

Pola Permainan
Pertunjukkan Kesenian Ngabedug dimulai dengan memukul tong trong, kemudian bedug kecil disusul dengan menabuh bedug besar. Selanjutnya, tong trong dan bedug besar ditabuh mengikuti irama bunyi bedug kecil.

Kesenian Ngabedug dipertunjukkan setiap selesai melaksanakan salat tarawih, setiap malam di bulan Ramadhan, selain itu dipergelarkan juga pada saat Idul Fitri dan Idul Adla. Pertunjukkan kesenian ini menghabiskan waktu satu jam, kecuali dalam rangka menyambut Idul Fitri dan Idul Adha menghabiskan waktu semalam suntuk, hingga datangnya waktu Subuh. Pemain yang sudah merasa capai diganti oleh rekannya, demikian seterusnya.

Pemain dan Waditra
Pemain Kesenian Ngabedug terdiri atas tiga orang yaitu penabuh tong trong, penabuh bedug kecil, dan penabuh bedug besar. Waditranya pun tiga yaitu tong trong, bedug kecil, dan bedug besar. Tong trong adalah sejenis kentongan yang terbuat dari kayu dengan ukuran lebih besar begitu pula lubang di tengah-tengahnya. Alat pemukul trong trong terbuat dari kayu seukuran pentungan. Selain sebagai waditra yang dipukul bersama dengan bedug kecil dan bedug besar, fungsi tong trong adalah untuk pembuka pertunjukkan. Bedug besar merupakan sejenis alat musik yang terbuat dari kayu bulat besar, panjang, dan berlubang di tengahnya. Penampangnya yang besar ditutup dengan kulit kerbau. Adapun bedug kecil ukuran bulatan penampangnya lebih kecil dari bedug besar. Bedug besar berfungsi sebagai pengiring bedug kecil dan tong trong: Adapun bedug kecil fungsinya adalah untuk pemandu bunyi bedug be

ngebedug

Februari 21, 2010

Blog ini Di-link Dari Sini

Blog ini
Di-link Dari Sini

Kesenian Ngabedug

Pengertian
Nama Kesenian Ngabedug diambil dari istilah “bedug” yang berarti alat dengan bentuknya seperti kohkol atau sejenis kentongan terbuat dari kayu dengan penampang ditutupi kulit lembu/kerbau. Bedug ini biasanya di daerah-daerah digunakan sebagai alat untuk memberitahukan datangnya waktu shalat (Subuh, Dluhur, Ashar, Magrib, Isa). Di Banten yang namanya bedug terdiri atas Bedug Kecil, Bedug Besar, dan Tong Trong, adapun di Priangan yang namanya Ngabedug atau Ngadulag terdiri atas waditra bedug dan kohkol.

Maksud dan Fungsi Kesenian
Kesenian Ngabedug dimaksudkan untuk hiburan sekaligus sosial religus. Fungsi hiburan dalam Kesenian Ngabedug dapat disaksikan pada saat pertunjukkan. Semua yang rnenyaksikan mulai dari anak-anak, remaja, dan orang tua hanyut dalam kegembiraan dan

kemeriahan. Adapun fungsi sosial religius yaitu dilaksanakannya kesenian ini hanya pada bulan Ramadlan dan menyambut Idul Fitri dan Idul Adha atau hari Lebaran.

Sejarah Perkembangan
Bedug pertama kali diciptakan oleh Sunan Gunung Jati, salah seorang walisanga. Beliau menciptakan Bedug adalah untuk syiar atau dakwah Islam. Dengan upayanya ini, Sunan Gunung Jati dapat mengislamkan tatar Sunda (Banten, Jawa Barat, DKI) dalam waktu relatif singkat pada abad ke-13, begitu juga Walisanga sukses mengislamkan Nusantara. Padahal Islam sudah datang dari abad ke-7 dengan ditemukannya makam Syaikh Mukaiddin di Barus Tapanuli (Sumatra) dan Kerajaan Kalingga dengan rajanya Ratu Shima di Jawa. Selama 500-600 tahun Islam sangat lambat sekali diterima di Indonesia.

Keberhasilan Walisanga disebabkan mereka sangat memahami kebudayaan Nusantara. Walisanga sangat adaptif dengan budaya-budaya yang hidup dan berkembang di Nusantara. Mulanya diilhami dari alat musik “dog-dog” yang dikenal saat itu sebagai media informasi untuk mengumpulkan masyarakat baik untuk kepentingan peribadatan maupun kepentingan lainnya, di sebagian besar masyarakat Nusantara. Terpikir oleh Sunan Gunung Jati, untuk menggunakan “dog-dog” di masjid dengan “dog-dog” yang lebih besar yang kemudian dinamakan Bedug.

Mulai dari saat itu masyarakat berbondong-bondong datang ke mesjid dan sangat gembira menyaksikan dog-dog yang lebih besar, Bedug. Tidak sembarang orang boleh memukul bedug, hanya orang-orang tertentu yang diberi kepercayaan oleh Kiai.

Sefak bedug diperkenalkan oleh Wabsanga, diperkirakan Kesenian Ngabedug mulai lahir. Hingga sekarang tradisi Ngabedug sudah mengakar menjadi bagian dari budaya Islam, khususnya di Banten. Di setiap Masjid di Banten pada bulan Ramadhan selalu ada pertunjukkan Ngabedug. Hal ini membuktikan bahwa penyebaran. Kesenian Ngabedug di Provinsi Banten merata ke seluruh Masjid yang ada.

Pola Permainan
Pertunjukkan Kesenian Ngabedug dimulai dengan memukul tong trong, kemudian bedug kecil disusul dengan menabuh bedug besar. Selanjutnya, tong trong dan bedug besar ditabuh mengikuti irama bunyi bedug kecil.

Kesenian Ngabedug dipertunjukkan setiap selesai melaksanakan salat tarawih, setiap malam di bulan Ramadhan, selain itu dipergelarkan juga pada saat Idul Fitri dan Idul Adla. Pertunjukkan kesenian ini menghabiskan waktu satu jam, kecuali dalam rangka menyambut Idul Fitri dan Idul Adha menghabiskan waktu semalam suntuk, hingga datangnya waktu Subuh. Pemain yang sudah merasa capai diganti oleh rekannya, demikian seterusnya.

Pemain dan Waditra
Pemain Kesenian Ngabedug terdiri atas tiga orang yaitu penabuh tong trong, penabuh bedug kecil, dan penabuh bedug besar. Waditranya pun tiga yaitu tong trong, bedug kecil, dan bedug besar. Tong trong adalah sejenis kentongan yang terbuat dari kayu dengan ukuran lebih besar begitu pula lubang di tengah-tengahnya. Alat pemukul trong trong terbuat dari kayu seukuran pentungan. Selain sebagai waditra yang dipukul bersama dengan bedug kecil dan bedug besar, fungsi tong trong adalah untuk pembuka pertunjukkan. Bedug besar merupakan sejenis alat musik yang terbuat dari kayu bulat besar, panjang, dan berlubang di tengahnya. Penampangnya yang besar ditutup dengan kulit kerbau. Adapun bedug kecil ukuran bulatan penampangnya lebih kecil dari bedug besar. Bedug besar berfungsi sebagai pengiring bedug kecil dan tong trong: Adapun bedug kecil fungsinya adalah untuk pemandu bunyi bedug be